Industri musik global telah lama didominasi oleh nama-nama besar dari dunia Barat, mulai dari ikon pop legendaris hingga maestro rap multinasional yang mencetak kekayaan fantastis selama beberapa dekade. Namun, dalam satu dekade terakhir, peta kekuatan industri hiburan dunia mengalami pergeseran seismik yang belum pernah terjadi sebelumnya. Gelombang Hallyu atau fenomena budaya Korea berhasil mendobrak batas-batas geografis dan bahasa, menempatkan para musisi asal Asia, khususnya Korea Selatan, di panggung utama perekonomian global. Di tengah fenomena masif ini, satu nama selalu mencuri perhatian utama ketika berbicara tentang kesuksesan finansial dan pengaruh budaya: BTS.

Sebagai grup musik yang memulai perjalanan mereka dari agensi kecil dan hampir bangkrut pada tahun 2013, pencapaian Bangtan Sonyeondan atau BTS hari ini sering kali dianggap sebagai sebuah keajaiban modern. Pertanyaan mengenai status mereka di panggung internasional—khususnya mengenai apakah mereka adalah grup K-pop atau bahkan grup musik terkaya di dunia saat ini—menjadi topik perbincangan yang menarik, kompleks, dan multidimensional. Untuk menjawab pertanyaan besar ini, kita tidak bisa hanya melihat angka kekayaan bersih secara instan, melainkan harus membedah ekosistem bisnis, sumber pendapatan, kepemilikan saham, serta dampak ekonomi makro yang mereka ciptakan secara global.

Kekayaan sebuah grup musik sebesar BTS jauh melampaui sekadar hasil penjualan album fisik, pemutaran digital di platform streaming, atau pendapatan dari tiket konser tur dunia yang selalu terjual habis dalam hitungan menit. Di level super-bintang global, pundi-pundi kekayaan mereka berakar dari struktur korporasi yang sangat canggih. Masuknya HYBE Labels ke lantai bursa saham (IPO) pada tahun 2020 menjadi titik balik yang krusial. Melalui kepemilikan saham yang signifikan di agensi mereka, ketujuh anggota BTS tidak lagi hanya dipandang sebagai pekerja seni atau karyawan kreatif, melainkan sebagai pemangku kepentingan utama, pemegang saham strategis, dan aset ekonomi berharga yang menggerakkan valuasi pasar bernilai miliaran dolar.

Kendati demikian, mengukur kekayaan mereka secara absolut dibandingkan dengan musisi legendaris Barat seperti The Beatles, band-band rock legendaris dekade 80-an, atau solois pop dengan katalog hak cipta abadi memerlukan analisis yang mendalam. Industri musik Korea memiliki sistem pembagian pendapatan, struktur kontrak eksklusif, serta dinamika pajak dan manajemen agensi yang sangat berbeda dibandingkan dengan industri musik Amerika Serikat atau Eropa. Oleh karena itu, bagian pertama ini akan memetakan fondasi awal dari perjalanan finansial BTS, meneliti bagaimana mereka membangun kerajaan ekonomi dari nol, serta mengidentifikasi pilar-pilar utama yang menyokong kekayaan kolektif maupun individual mereka hingga saat ini.