Hubungan antara Indonesia dan Korea Selatan dalam beberapa dekade terakhir telah berkembang jauh melampaui diplomasi politik maupun perdagangan bilateral. Masuknya arus budaya pop global yang dimotori oleh Korean Wave atau Hallyu—mulai dari serial drama, musik K-pop, hingga tren gaya hidup—berhasil menciptakan ruang kultural yang sangat akrab di tengah masyarakat Indonesia.

Menariknya, kedekatan ini tidak hanya bersifat satu arah di mana penikmat seni Indonesia mengonsumsi produk hiburan asal Seoul. Lebih dari itu, dinamika industri hiburan tanah air turut diwarnai oleh kehadiran sejumlah figur publik, baik yang berstatus sebagai pesohor berdarah blasteran (keturunan campuran) maupun warga negara Korea Selatan asli yang memilih untuk merintis karier, menetap, dan mendedikasikan kreativitas mereka di Indonesia. Fenomena ini melahirkan sebuah irisan unik antara dua kebudayaan yang saling memperkaya lanskap hiburan nasional.

Dinamika Eksistensi Pesohor Berdarah Korea di Industri Hiburan Indonesia

Kehadiran figur publik berlatar belakang Korea di panggung hiburan Indonesia umumnya terbagi ke dalam dua kategori besar. Kategori pertama diisi oleh talenta-talenta blasteran yang lahir dari perkawinan silang (asimilasi budaya), di mana salah satu orang tuanya merupakan warga negara Korea Selatan dan pihak lainnya berasal dari Indonesia. Kategori kedua mencakup para profesional media, kreator konten, hingga musisi murni asal Korea Selatan yang karena satu dan lain hal, seperti pendidikan, pekerjaan keluarga, atau ketertarikan mendalam terhadap budaya Nusantara, akhirnya fasih berbahasa Indonesia dan sukses merebut hati publik lokal.

Transformasi sosial ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia sangat terbuka terhadap keberagaman etnis dan latar belakang global. Publik tidak lagi melihat kewarganegaraan atau garis keturunan sebagai batasan, melainkan menilai kualitas karya, totalitas, serta kedekatan emosional sang artis dengan para penggemarnya.

Profil Tokoh: Blasteran dan Wajah Ikonik di Layar Kaca

1. Ranty Maria

Salah satu nama paling menonjol dalam kategori pesohor blasteran Indonesia-Korea adalah Ranty Maria Aprily Lee atau yang lebih dikenal sebagai Ranty Maria. Lahir di Jakarta pada 26 April 1999, Ranty memiliki darah keturunan Korea Selatan dari sang ayah, Lee Ki Young, sementara ibunya berasal dari Minahasa, Manado.

Namanya mulai melambung tinggi di dunia seni peran ketika ia membintangi karakter Luna dalam serial televisi legendaris Heart Series pada masa kecilnya. Konsistensi di dunia akting membawanya menjadi salah satu aktris papan atas yang membintangi berbagai judul sinetron dan siniar (web series) populer. Perpaduan antara paras oriental yang khas serta logat bertutur yang natural menjadikan Ranty sebagai salah satu representasi sukses keturunan Korea yang tumbuh dan berkembang bersama industri pertelevisian Indonesia.

2. Lee Jeong Hoon

Beralih ke kancah musik dan dunia presenter, nama Lee Jeong Hoon tentu tidak asing bagi penikmat hiburan tanah air. Berbeda dengan Ranty Maria yang merupakan keturunan campuran, Lee Jeong Hoon adalah warga negara Korea Selatan asli yang datang ke Indonesia dan memutuskan untuk membangun karier profesionalnya di sini.

Ia awalnya dikenal publik saat bergabung dengan grup vokal pria Hitz pada tahun 2011. Selepas grup tersebut, Lee memperluas spektrum kariernya secara signifikan dengan merambah dunia akting, termasuk keterlibatannya dalam sitkom populer Kelas Internasional, serta menjadi pemandu acara (host) untuk berbagai program televisi nasional. Pernikahannya dengan warga lokal semakin memperkuat ikatan personalnya dengan Indonesia, menjadikannya salah satu figur ekspatriat paling sukses yang bertransisi menjadi pesohor lokal.