Sejarah Masjid di Australia yang Jarang Diketahui
Australia mungkin dikenal sebagai negara mayoritas Kristen, namun sejarah keberadaan masjid di sana lebih panjang dari yang banyak orang kira. Fakta menariknya, masjid pertama di Australia ternyata sudah berdiri sejak abad ke-19, lebih tepatnya pada tahun 1861 di Marree, sebuah kota kecil di sebelah utara Australia Selatan.
Masjid ini dibangun oleh komunitas Muslim awal yang terdiri dari para imigran dari Afghanistan dan India, yang saat itu bekerja sebagai pengangkut barang dengan unta—dikenal sebagai "Ghans" atau "Afghans". Mereka memainkan peran penting dalam membuka jalur perdagangan di wilayah pedalaman Australia yang sulit dijangkau.
Meski masjid pertama di Marree terbuat dari bahan sederhana dan akhirnya tidak bertahan lama, keberadaannya menandai awal dari kehidupan Muslim yang terorganisir di Negeri Kanguru. Peninggalan sejarah ini kemudian diikuti dengan pembangunan masjid yang lebih permanen.
Pada tahun 1890, masjid besar pertama dibangun di Adelaide, ibu kota Australia Selatan. Ini menjadi pusat keagamaan bagi komunitas Muslim setempat. Tak lama kemudian, pada 1891, masjid lain didirikan di Broken Hill, New South Wales—sebuah kota tambang yang juga menjadi pusat aktivitas masyarakat Muslim saat itu.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa umat Islam telah menjadi bagian dari kain peradaban Australia lebih dari satu abad lalu. Meski jumlahnya kecil pada masa itu, kehadiran mereka membekas dalam bentuk tempat ibadah yang menjadi saksi perjalanan toleransi dan keragaman.
Hingga hari ini, masjid-masjid awal ini mungkin tak lagi berdiri dalam bentuk aslinya, tetapi warisan sejarahnya tetap hidup, mengingatkan kita bahwa Australia selalu menjadi tempat bagi berbagai budaya dan keyakinan untuk bertemu dan tumbuh bersama.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.