Di Mana Allah Berada Menurut Ajaran Islam?

Ketika seseorang bertanya, "Allah itu ada di mana?", banyak yang langsung teringat pada ayat suci dan ajaran yang jelas dalam Islam. Jawabannya merujuk pada firman Allah dalam Al-Qur’an: "Allah Yang Maha Pemurah bersemayam di atas 'Arsy." (QS. Thaha: 5). Ayat ini menjadi dasar utama bagi umat Islam untuk memahami bahwa Allah berada di atas 'Arsy, dan 'Arsy-Nya sendiri berada di langit.

Ini bukan berarti Allah terbatas dalam ruang seperti makhluk-Nya. Konsep tempat di sini lebih menggambarkan kemahakuasaan dan keagungan-Nya, bukan sekadar lokasi fisik. Dalam aqidah Ahlus Sunnah, meyakini bahwa Allah berada di atas langit, di atas 'Arsy, adalah keyakinan yang lurus, selama tidak menyerupakan-Nya dengan makhluk (tasybih).

Para ulama menjelaskan bahwa bagaimana tepatnya Allah bersemayam di atas 'Arsy adalah bagian dari ghaib—sesuatu yang tidak dapat sepenuhnya dipahami akal manusia. Yang penting adalah iman tanpa menyangka bentuk atau menyerupakan-Nya dengan ciptaan-Nya.

Keyakinan ini juga diperkuat oleh hadis-hadis shahih, di mana Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada seorang budak perempuan, "Di manakah Allah?" Ia menjawab, "Di langit." Nabi pun berkata, "Merdekakanlah dia, karena sesungguhnya dia seorang mukminah." (HR. Muslim). Jawaban yang benar secara tempat, karena sesuai dengan pemahaman syariat.

Jadi, bagi umat Islam, menjawab bahwa Allah berada di atas 'Arsy di langit bukan sekadar dogma, melainkan bagian dari iman yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Yang terpenting adalah penghambaan, pengagungan, dan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui, Maha Melihat, dan Maha Hadir, meskipun Dia berada di atas segala sesuatu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait