Apa Agama Mayoritas di Uruguay?
Uruguay dikenal sebagai salah satu negara paling sekuler di Amerika Latin. Meski demikian, agama tetap memainkan peran dalam kehidupan sebagian masyarakatnya. Berdasarkan data, Katolik masih menjadi agama terbesar di Uruguay, diikuti oleh berbagai denominasi Protestan.
Sekitar 40% penduduk mengidentifikasi diri sebagai Katolik, meskipun partisipasi aktif dalam misa atau ritual keagamaan cenderung rendah dibandingkan negara-negara Amerika Selatan lainnya. Ini sejalan dengan tingginya tingkat sekularisme di negara ini, terutama di kota-kota besar seperti Montevideo.
Kristen Protestan, terutama dari kelompok Injili dan Pentakosta, jumlahnya terus tumbuh dalam beberapa dekade terakhir. Mereka membentuk sekitar 10-15% populasi, dengan gereja-gereja aktif dalam pelayanan sosial dan kegiatan komunitas.
Selain itu, semakin banyak warga Uruguay yang menyatakan tidak beragama—baik agnostik, ateis, atau sekadar tidak terikat pada institusi keagamaan mana pun. Persentase ini bisa mencapai lebih dari 40%, menjadikan Uruguay sebagai salah satu negara dengan populasi tidak beragama terbesar di wilayah Amerika.
Kebebasan beragama dijamin oleh konstitusi, dan pemerintah menjaga jarak dari urusan keagamaan. Hari libur nasional seperti Natal dan Jumat Agung tetap dirayakan, tetapi lebih sebagai tradisi budaya daripada kewajiban keagamaan.
Jadi, meskipun Katolik dan Kristen Protestan menjadi kelompok mayoritas dalam konteks keyakinan, wajah keagamaan Uruguay justru ditandai oleh keragaman dan semangat sekular yang kuat. Masyarakatnya lebih menghargai kebebasan pribadi dalam memilih keyakinan—atau tidak memilih sama sekali.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.