Bolehkah Pakai Air Mata untuk Perawatan Wajah?

Kamu mungkin pernah mendengar bahwa air mata bisa baik untuk kulit wajah. Faktanya, ada sedikit benang merah di balik kepercayaan ini. Air mata mengandung zat bernama lisozim, sebuah enzim alami yang punya kemampuan membunuh bakteri.

"Lisozim dapat membantu mengurangi bakteri penyebab jerawat," begitu penjelasan yang sering muncul dari pakar. Secara teori, ini masuk akal. Bakteri seperti Propionibacterium acnes adalah salah satu penyebab utama jerawat, dan lisozim memang dikenal bisa melawannya.

Namun, meski air mata mengandung enzim yang bermanfaat, tidak disarankan menggunakan air mata secara rutin sebagai perawatan kulit. Jumlah lisozim dalam air mata terlalu kecil untuk memberi efek signifikan. Belum lagi, air mata tidak steril sepenuhnya dan bisa justru mengiritasi kulit jika terlalu sering digosokkan ke wajah.

Selain itu, menangis bukan cara yang sehat—atau realistis—untuk merawat kulit. Justru stres yang sering menyebabkan seseorang menangis bisa memperparah kondisi kulit seperti jerawat atau eksim.

Untuk perawatan wajah yang efektif, lebih baik pilih produk yang mengandung bahan aktif teruji seperti asam salisilat, niacinamide, atau tea tree oil, yang memang dirancang khusus untuk mengatasi bakteri dan peradangan di kulit.

Jadi, meskipun ide bahwa air mata bisa bersifat 'antibakteri' memang punya dasar ilmiah, manfaatnya terlalu kecil untuk diandalkan. Daripada menangis, lebih baik tidur cukup, minum air putih, dan jaga kebersihan wajah secara rutin.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait