Akibat Serius Jika TB Kelenjar Dibiarkan Tanpa Pengobatan

Tuberkulosis kelenjar atau yang dikenal juga sebagai TB kelenjar getah bening adalah bentuk TB di luar paru-paru yang cukup sering terjadi. Meski tidak menular langsung seperti TB paru, kondisi ini tetap membutuhkan penanganan serius. Jika diabaikan atau tidak segera diobati, infeksi bisa berkembang dan menyebabkan komplikasi yang berbahaya.

Satu risiko paling nyata adalah supurasi, yaitu pecahnya kelenjar dan mengeluarkan nanah. Hal ini tidak hanya menyakitkan, tapi juga bisa meninggalkan luka atau bekas yang sulit sembuh. Lebih dari itu, bakteri penyebab TB bisa menyebar ke jaringan di sekitarnya dan memicu kondisi seperti selulitis, infeksi pada jaringan kulit dan jaringan lunak yang terasa panas, bengkak, dan merah.

Pada kasus yang lebih parah, infeksi bisa menyebar ke area seperti rongga dada dan menyebabkan abses mediastinum—kantong nanah di antara paru-paru—atau bahkan perikarditis purulenta, yaitu infeksi bernanah pada kantung jantung. Kedua kondisi ini sangat mengancam nyawa dan sering kali membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit.

Yang paling mengkhawatirkan adalah risiko berkembangnya sepsis, yaitu respons tubuh yang berlebihan terhadap infeksi, yang bisa menyebabkan kerusakan organ, tekanan darah sangat rendah, hingga kematian. Karena itu, deteksi dini dan pengobatan tepat waktu sangat penting.

Gejala seperti pembengkakan kelenjar yang tidak kunjung sembuh, demam ringan, keringat malam, dan penurunan berat badan harus segera diperiksakan. Dengan pengobatan yang lengkap dan teratur, TB kelenjar bisa sembuh total. Jangan pernah anggap remah gejala yang terlihat sepele, karena bisa jadi tanda kondisi serius di baliknya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait