Asal Usul Julukan Juku Eja bagi PSM Makassar

Bagi pecinta sepak bola Indonesia, nama Juku Eja mungkin sudah tak asing di telinga. Julukan ini melekat erat dengan klub kebanggaan Kota Makassar, PSM. Tapi tahukah Anda, apa arti sebenarnya dari kata yang unik ini?

“Juku Eja” berasal dari bahasa Makassar, di mana “Juku” berarti ikan, sementara “Eja” berarti merah. Jadi, secara harfiah, Juku Eja diterjemahkan sebagai “Ikan Merah”. Namun, julukan ini bukan sekadar tentang warna, melainkan simbol semangat dan keganasan di atas lapangan.

Konon, sebutan ini mulai populer pada era 1950 hingga 1960-an, saat PSM mulai menunjukkan taringnya sebagai salah satu kekuatan sepak bola nasional. Warna merah yang mendominasi kostum tim saat itu menjadi ciri khas, dan masyarakat setempat mulai menyamakan permainan mereka yang agresif dan cepat dengan ikan yang lincah dan ganas — ibarat ikan merah yang tak pernah mundur.

Seiring waktu, Juku Eja bukan lagi sekadar julukan, tapi identitas. Ia melekat dalam doa suporter, teriakan di tribun, hingga lagu-lagu yang berkumandang di Stadion Andi Mattalatta. Bagi warga Makassar, menyebut Juku Eja berarti mengenang perjuangan, kebanggaan, dan semangat pantang menyerah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Hingga kini, meskipun zaman telah berubah dan sepak bola telah berevolusi, Juku Eja tetap menjadi simbol yang hidup. Ia mengingatkan kita bahwa di balik seragam merah, ada hati yang berdetak kencang untuk kejayaan PSM Makassar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait