Memahami Budaya Internet Jepang: Dari "Kusa" hingga Ekspresi Tertawa

Bagi kamu yang suka mengikuti tren internet Jepang, terutama di media sosial seperti X (dulu Twitter), pasti sudah tidak asing lagi dengan simbol atau huruf tertentu yang sering dipakai untuk meluruskan suasana atau sekadar tertawa. Salah satu istilah yang paling populer dan unik adalah penggunaan kanji 草 (kusa).

Secara harfiah, 草 memiliki arti "rumput". Namun, dalam dunia netizen Jepang, kata ini tidak ada hubungannya dengan tanaman di halaman. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan ekspresi tertawa terbahak-bahak, mirip dengan arti kata LOL (Laugh Out Loud) atau singkatan "w" (warau) yang sudah lebih dulu akrab di kalangan warganet.

Asal-usulnya pun cukup unik. Dahulu, huruf w yang ditulis berderet-deret (seperti wwwww) untuk menunjukkan tawa yang menggelegar dianggap bentuknya menyerupai sehelai rumput yang tumbuh di tanah. Karena bentuk visualnya mirip rerumputan liar, lama-kelamaan netizen mulai mengganti huruf w tersebut langsung dengan kanji 草.

Jadi, jika kamu melihat warganet Jepang membalas sebuah postingan lucu hanya dengan satu huruf kanji tersebut, itu tandanya mereka sedang tertawa terpingkal-pingkal dengan gaya khas internet lokal sana. Tren seperti ini menunjukkan betapa kreatifnya komunitas online dalam menciptakan bahasa gaul yang terus berkembang dari masa ke masa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait