Apa Arti Molimo dalam PSHT?

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang mencari pegangan moral yang bisa membimbing perilaku mereka. Di kalangan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), istilah “Molimo” menjadi salah satu prinsip penting yang wajib dipahami dan dijalani.

Secara harfiah, “Molimo” berasal dari bahasa Jawa, yang berarti “tidak mau melakukan lima perkara yang dilarang”.

“Limo” merujuk pada angka lima, sementara “mo” adalah bentuk penolakan. Jadi, Molimo adalah komitmen untuk menolak lima hal buruk yang bisa merusak pribadi dan lingkungan. Kelima larangan ini dikenal dengan singkatan Emoh Main, Emoh Ngumbi, Emoh Madat, Emoh Maling, Emoh Madon.

Emoh Main berarti menolak judi dalam segala bentuknya. Emoh Ngumbi adalah penolakan terhadap minuman keras atau segala yang memabukkan. Emoh Madat mencakup penolakan terhadap narkoba seperti candu, ganja, atau zat adiktif lainnya. Emoh Maling bukan hanya soal tidak mencuri, tapi juga menolak korupsi dan kecurangan. Terakhir, Emoh Madon berarti menjaga kesucian hubungan, dengan tidak berzina atau berselingkuh.

Nilai-nilai ini bukan sekadar aturan organisasi, tapi juga bentuk pendidikan karakter yang diajarkan dalam PSHT. Dengan mengamalkan Molimo, anggota diajak untuk hidup disiplin, jujur, dan bertanggung jawab.

Bagi masyarakat luas, prinsip ini sebenarnya bisa menjadi panduan hidup yang universal. Menolak kebiasaan buruk dan memilih jalan yang benar bukan hanya untuk anggota perguruan silat, tapi untuk siapa pun yang ingin hidup lebih bermartabat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait