Memahami Perbedaan Kelenjar Getah Bening dan Kanker Getah Bening

Kelenjar getah bening dan kanker getah bening sering dikira sama, padahal keduanya sangat berbeda. Kelenjar getah bening adalah bagian alami dari sistem kekebalan tubuh. Mereka tersebar di seluruh tubuh—seperti di leher, ketiak, dan selangkangan—dan berfungsi menyaring bakteri, virus, serta sel abnormal untuk mencegah infeksi.

Bayangkan kelenjar ini seperti pos pemeriksaan kekebalan tubuh. Saat tubuh melawan infeksi, seperti sakit tenggorokan atau flu, kelenjar ini bisa membengkak dan terasa nyeri. Namun kondisi ini biasanya sementara dan akan kembali normal seiring pemulihan tubuh.

Kanker getah bening, atau yang dikenal sebagai limfoma, adalah kondisi yang jauh lebih serius.

Ini bukan sekadar pembengkakan akibat infeksi, melainkan pertumbuhan sel-sel abnormal pada sistem limfatik yang tidak terkendali. Limfoma dibagi menjadi dua jenis utama: limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin. Gejalanya bisa meliputi pembengkakan kelenjar tanpa rasa sakit, demam tanpa sebab jelas, berkeringat di malam hari, penurunan berat badan tiba-tiba, dan kelelahan berlebihan.

Perbedaan utama terletak pada penyebab dan sifatnya. Pembengkakan akibat infeksi biasanya hilang dalam waktu singkat. Sementara itu, gejala kanker getah bening cenderung menetap dan semakin parah jika tidak ditangani.

Karena gejala awalnya mirip flu ringan, banyak orang yang menyepelekan. Namun, jika pembengkakan di leher atau ketiak tak kunjung hilang setelah beberapa minggu, sebaiknya periksakan ke dokter. Deteksi dini sangat penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait