Benarkah Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu?
Ungkapan “surga di bawah telapak kaki ibu” sangat populer di kalangan umat Islam, terutama dalam konteks menghormati dan berbakti kepada orang tua, khususnya ibu. Banyak yang mengutip hadis yang menyatakan, “Surga di bawah telapak kaki ibu, barangsiapa yang ibu kehendaki dapat masuk surga, dan jika ibu berkehendak dapat mengeluarkannya dari surga.”
Meskipun makna dari pernyataan ini begitu dalam dan menyentuh hati, para ahli hadis telah meneliti sanad dan riwayatnya. Menurut ulama seperti Ibnu 'Adiy, hadis dengan lafal semacam ini dinilai munkar (dipandang lemah karena perawi yang tidak dikenal atau tidak kuat). Musa bin Muhammad al-Muqdasi, salah satu perawi dalam sanadnya, dianggap tidak begitu kuat derajat keilmuannya oleh para kritikus hadis.
Jadi, secara teknis keilmuan hadis, ungkapan tersebut tidak ditemukan dalam bentuk matan atau lafal yang shahih. Namun, bukan berarti ajaran tentang keutamaan berbakti kepada ibu diabaikan. Banyak hadis shahih lain yang menekankan betapa besar hak ibu, seperti ketika seseorang bertanya kepada Rasulullah tentang siapa yang paling berhak mendapat perlakuan baik, beliau menjawab: “Ibumu, lalu ibumu, lalu ibumu, kemudian ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Meskipun hadis “surga di bawah telapak kaki ibu” secara literal tidak shahih, esensinya tetap benar dan sangat relevan. Menghormati ibu, menjaga hatinya, dan berbakti kepadanya adalah jalan utama meraih ridha Allah. Maka, menjaga hubungan dengan ibu bukan sekadar tradisi, tapi bagian dari ibadah yang mendalam.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.