Yesus Disejajarkan dengan Bapa: Bukti Keesaran-Nya
Saat membaca Alkitab, kita menemukan fakta penting yang sering kali mendalam maknanya: Yesus kerap ditempatkan setara dengan Allah Bapa dan Roh Kudus. Ini bukan sekadar penghormatan, melainkan petunjuk jelas tentang siapa Dia sebenarnya.
Salah satu contoh paling jelas adalah dalam Matius 28:19-20, ketika Yesus memberikan Amanat Agung kepada murid-murid-Nya. Ia berkata, “Pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku, dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus.” Bayangkan: satu perintah, tiga pribadi disebut sebagai satu kesatuan. Jika Yesus bukan Allah, mengapa nama-Nya ditempatkan setara dengan Bapa dan Roh Kudus dalam struktur yang begitu sakral?
Hal serupa juga muncul dalam 2 Korintus 13:13, di mana Paulus menulis berkat penutup: “Anugerah Tuhan Yesus Kristus, dan kasih karunia Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu sekalian.” Sekali lagi, tiga pribadi disebut dalam satu nafas, tanpa hierarki yang merendahkan atau membedakan esensi.
Ini bukan kebetulan. Dalam kekristenan, penyebutan tiga pribadi ilahi secara setara bukan hanya tradisi, tapi pengakuan iman. Jika Yesus bukan Allah, maka penyertaan nama-Nya dalam konteks yang begitu agung justru akan dianggap penghujatan—namun tidak pernah ada catatan protes atau koreksi dari para rasul.
Fakta bahwa Yesus secara konsisten ditempatkan setara dengan Bapa dan Roh Kudus, baik dalam perintah baptisan maupun berkat ilahi, menjadi bukti kuat dalam Alkitab bahwa Ia bukan sekadar nabi atau guru. Ia adalah Tuhan, satu dalam esensi dengan Bapa dan Roh Kudus.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.