Ciri-Ciri Bayi yang Mengarah pada Autisme

Mengenali tanda-tanda autisme sejak dini sangat penting agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat. Meski diagnosis pasti biasanya baru bisa ditegakkan pada usia 2–3 tahun, ada beberapa gejala awal yang bisa diamati sejak bayi mulai tumbuh.

Salah satu ciri yang mungkin terlihat adalah si kecil tidak merespons saat namanya dipanggil. Bayi normal biasanya akan menoleh atau menunjukkan reaksi ketika namanya disebut, terutama setelah usia 9–12 bulan. Jika anak terus-menerus seolah tidak peduli, ini bisa menjadi peringatan dini.

Gejala lain adalah kurangnya respons terhadap emosi orang di sekitarnya. Bayi sehat biasanya mulai menunjukkan ekspresi wajah yang selaras dengan suasana—seperti ikut bahagia saat diajak bercanda atau menangis saat melihat orang lain sedih. Namun, anak dengan kecenderungan autisme mungkin tampak datar atau acuh tak acuh.

Selain itu, anak biasanya tidak meniru kebiasaan orang dewasa—seperti melambaikan tangan, meniru gerakan, atau meniru ucapan sederhana. Padahal, meniru adalah bagian penting dari perkembangan sosial anak. Kemampuan meniru membantu mereka belajar berkomunikasi dan bersosialisasi.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah minat yang sangat rendah terhadap permainan berpura-pura. Anak usia 1–2 tahun biasanya sudah mulai berimajinasi dalam bermain—seperti memanggil-manggil boneka seolah sedang menelepon. Namun, anak dengan autisme cenderung lebih suka memainkan benda secara monoton, seperti memutar roda mobil mainan berulang kali.

Jika Bunda melihat beberapa tanda ini, jangan panik. Setiap anak berkembang dengan caranya sendiri. Namun, segera konsultasi dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang bisa membantu memastikan apakah si kecil butuh pendampingan lebih lanjut. Semakin cepat dideteksi, semakin besar peluang untuk membantu tumbuh kembangnya secara optimal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait