Ciri-Ciri Anak Kurang Gizi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda anak kurang gizi, karena kondisi ini bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan si kecil secara serius. Salah satu ciri paling umum adalah nafsu makan yang rendah. Anak jadi malas makan, bahkan bisa menolak makanan yang biasanya disukainya.

Selain itu, gagal tumbuh juga menjadi indikator penting. Ini terlihat dari berat badan dan tinggi badan anak yang tidak bertambah sesuai usianya. Jika dibandingkan dengan teman sebayanya, anak yang kurang gizi biasanya terlihat lebih kecil atau pendek. Pertumbuhan fisik yang terhambat seperti ini bisa berdampak jangka panjang, termasuk pada kecerdasan dan daya tahan tubuh.

Kehilangan lemak dan massa otot tubuh juga menjadi tanda mencurigakan. Anak terlihat terlalu kurus, tulang-tulangnya mudah terlihat, dan otot terasa lemas. Wajahnya bisa tampak lesu, dengan perut yang kadang membuncit meskipun tubuhnya kurus—kondisi ini sering disebut sebagai gizi buruk tipe marasmus atau kwashiorkor.

Yang tak kalah penting, kurang gizi juga bisa memengaruhi perilaku anak. Ia jadi lebih mudah lelah, rewel, atau sulit berkonsentrasi di sekolah. Karena itu, asupan makanan bergizi seimbang—lengkap dengan protein, karbohidrat, lemak sehat, vitamin, dan mineral—harus menjadi prioritas sejak dini.

Bila orang tua mencurigai anak mengalami kekurangan gizi, sebaiknya segera konsultasi ke tenaga kesehatan. Dengan deteksi dini dan penanganan tepat, tumbuh kembang anak bisa kembali normal. Kesehatan anak dimulai dari perhatian dan pola asuh yang penuh kasih, termasuk memberi makanan bergizi setiap hari.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait