Mengenali Ciri-Ciri Kencing Manis yang Sering Diabaikan

Kencing manis atau diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sering kali berkembang secara diam-diam. Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh mereka sedang memberikan sinyal peringatan dini, karena gejalanya kerap dianggap sebagai kelelahan biasa atau pegal-pegal akibat aktivitas harian.

Salah satu ciri yang cukup umum namun sering diabaikan adalah perubahan sensasi pada anggota gerak, terutama bagian kaki. Penderita diabetes sering merasakan kesemutan, kebas (mati rasa), atau sensasi dingin yang menggelitik. Kondisi ini terjadi karena kadar gula darah yang tinggi secara terus-menerus dapat merusak pembuluh darah kecil dan saraf-saraf halus di dalam tubuh, sebuah kondisi medis yang dikenal sebagai neuropati perifer. Akibatnya, hantaran sinyal saraf menuju otak menjadi terganggu.

Selain masalah pada saraf, kencing manis juga bisa dikenali dari mudahnya terjadi pembengkakan pada tangan dan kaki. Penumpukan cairan ini biasanya berkaitan dengan sirkulasi darah yang memburuk atau adanya gangguan pada fungsi ginjal yang mulai terbebani oleh kadar glukosa yang berlebih. Meskipun ada banyak faktor lain yang bisa memicu kesemutan dan pembengkakan, seperti kelelahan atau posisi duduk yang salah, gejala yang muncul secara terus-menerus patut diwaspadai.

Gejala fisik ini biasanya juga disertai dengan tanda klasik lainnya, seperti rasa haus yang berlebihan (polidipsi), sering buang air kecil terutama di malam hari (poliuri), serta penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan yang jelas. Jika Anda atau orang terdekat mengalami kombinasi gejala-gejala ini, sangat disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala ke dokter agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait