Doa Nabi Sulaiman untuk Kekayaan yang Patut Dicontoh
Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang pun sesudahku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi. Inilah doa yang dipanjatkan Nabi Sulaiman, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an Surah Sad ayat 35. Meskipun beliau dikenal sebagai nabi yang sangat kaya, memiliki kekuasaan luas, dan dikelilingi pasukan jin, manusia, dan hewan, Nabi Sulaiman tetap rendah hati dan senantiasa memohon anugerah dari Allah.
Banyak orang mengira kekayaan hanya soal harta dan kemewahan dunia. Tapi doa Nabi Sulaiman mengajarkan makna yang lebih dalam. Kerajaan yang dimintanya bukan sekadar simbol kekuasaan, melainkan sarana untuk menegakkan keadilan, menyebarkan kebaikan, dan memperluas dakwah tauhid. Ia tahu bahwa segala kekuasaan dan kekayaan hanyalah titipan yang suatu saat harus dipertanggungjawabkan.
Yang menarik, Nabi Sulaiman tidak meminta kekayaan untuk dinikmati sendiri. Ia memohon kerajaan yang "tidak dimiliki siapa pun sesudahnya" — sebuah tanda bahwa keistimewaan yang diberikan kepadanya bersifat unik dan luar biasa. Ini menunjukkan kerendahan hatinya: ia tidak sombong dengan kekayaannya, justru ia semakin dekat kepada Allah melalui doa.
Bagi kita hari ini, doa ini mengingatkan bahwa rezeki bukan hanya uang atau harta benda, tapi juga kekuatan, kesempatan, dan keberkahan dalam hidup. Saat meminta rezeki, lebih baik kita ikuti jejak Nabi Sulaiman: dengan tulus, rendah hati, dan sadar bahwa semua anugerah datang dari Sang Maha Pemberi — Allah SWT.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.