Apa Saja Efek Samping Patah Tulang yang Perlu Diwaspadai?

Ketika seseorang mengalami patah tulang, rasa sakit hebat memang menjadi gejala utama. Namun, yang sering tidak disadari adalah potensi efek samping serius jika cedera ini tidak segera ditangani dengan benar.

Infeksi adalah salah satu komplikasi yang bisa terjadi, terutama jika patah tulang bersifat terbuka—artinya ujung tulang menembus kulit. Luka terbuka menjadi jalan masuk bagi kuman, dan jika tidak diobati cepat, bisa menyebabkan infeksi jaringan atau bahkan infeksi tulang (osteomielitis).

Selain itu, perdarahan internal juga bisa menjadi ancaman, terutama jika patah terjadi di tulang besar seperti paha (femur). Kehilangan darah dalam jumlah besar dapat menurunkan tekanan darah secara drastis, memicu kondisi darurat yang disebut syok hipovolemik. Gejalanya meliputi pusing, kulit dingin dan lembap, denyut nadi cepat, serta kesadaran yang menurun. Kondisi ini butuh penanganan segera di rumah sakit.

Beberapa kasus patah tulang juga bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan di sekitar, seperti saraf atau pembuluh darah, yang bila diabaikan bisa mengganggu fungsi anggota tubuh. Misalnya, patah tulang di lengan atau kaki bisa berujung pada kelumpuhan ringan jika saraf terjepit.

Untuk itu, penting untuk tidak menganggap remeh cedera patah tulang. Segera cari pertolongan medis agar bisa diperiksa dengan rontgen dan ditangani sesuai protokol. Dengan penanganan cepat dan tepat, risiko komplikasi bisa diminimalkan, dan proses penyembuhan pun lebih lancar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait