Bolehkah Keramas Setiap Hari? Ini yang Harus Kamu Tahu

Keramas setiap hari terasa menyegarkan, apalagi kalau kamu sering beraktivitas di luar ruangan atau cuaca sedang panas-panasnya. Tapi, ternyata kebiasaan ini bisa berdampak negatif jika tidak dilakukan dengan tepat.

Shampoo memang dirancang untuk membersihkan minyak, kotoran, dan sisa produk rambut. Tapi, jika digunakan terlalu sering, shampoo bisa menghilangkan minyak alami yang dibutuhkan rambut dan kulit kepala. Akibatnya, rambut jadi kering, kusam, dan mudah patah. Kulit kepala pun bisa ikut kering, memicu rasa gatal dan munculnya ketombe.

Beberapa orang mungkin merasa harus keramas tiap hari karena rambut cepat lepek. Tapi sebenarnya, ini bisa jadi pertanda kulit kepala kehilangan kelembapan alaminya. Saat kulit kepala kering, tubuh justru bisa memproduksi lebih banyak minyak untuk mengimbangi—yang membuat rambut makin cepat berminyak.

Selain itu, terlalu sering keramas juga bisa melemahkan batang rambut dan meningkatkan risiko kerontokan, terutama jika kamu menggunakan sampo yang keras atau suka menggosok kulit kepala terlalu keras.

Untuk sebagian besar orang, keramas 2–3 kali seminggu sudah cukup. Jenis rambut dan aktivitas harian tentu memengaruhi frekuensinya. Rambut kering? Kurangi frekuensi keramas. Rambut berminyak? Coba sampo ringan dan bilas dengan air dingin.

Intinya, dengarkan kondisi rambutmu. Jangan buru-buru keramas tiap hari hanya karena kebiasaan. Kadang, memberi jeda malah bikin rambut lebih sehat dan kuat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait