Waspada, Bahaya di Balik Kenikmatan Es Teh Manis

Es teh manis mungkin terasa menyegarkan, terutama di cuaca panas Indonesia. Tapi di balik rasanya yang nikmat, minuman ini menyimpan risiko bagi kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Satu gelas es teh manis bisa mengandung sekitar 250 kalori, terutama dari gula tambahan. Angka ini cukup tinggi untuk minuman, apalagi jika kamu minum lebih dari satu gelas sehari. Konsumsi kalori berlebih secara rutin bisa meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, hingga diabetes tipe 2.

Tak hanya gula, menurut Dr. Scott Youngquist dari University of Utah Health Care, teh—terutama yang diseduh lama atau dikonsumsi dalam jumlah besar—mengandung asam oksalat dalam jumlah tinggi. Jika dikonsumsi berlebihan, asam ini bisa menumpuk di ginjal dan berpotensi menyebabkan batu ginjal. Gejalanya bisa mulai dari nyeri pinggang hingga masalah buang air kecil.

Banyak orang minum es teh manis tanpa sadar, padahal komposisinya bisa jauh dari sehat. Selain gula dan asam oksalat, beberapa produk siap saji bahkan mengandung pemanis buatan atau pewarna.

Untuk tetap bisa menikmati teh, pilihlah versi tanpa gula atau dengan pemanis alami seperti daun stevia. Minum teh hangat tanpa gula juga bisa jadi alternatif yang lebih aman dan menyehatkan.

Sedikit perubahan kebiasaan minum bisa membuat perbedaan besar bagi kesehatan jangka panjang. Jadi, pertimbangkan kembali frekuensi kamu menyeruput es teh manis—kenikmatan sesaat mungkin tak sebanding dengan risiko yang mengintai.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait