Waspada Sleep Call: Bisa Ganggu Kualitas Tidur
Belakangan, sleep call atau telepon sebelum tidur jadi tren di kalangan pasangan, terutama yang sedang menjalani hubungan jarak jauh. Meski terdengar manis, kebiasaan ini ternyata bisa berdampak negatif jika tidak dilakukan dengan bijak.
Berbincang sebelum tidur memang bisa membuat perasaan lebih dekat dan tenang. Namun masalahnya muncul saat durasi terlalu panjang atau dilakukan sambil memegang gawai. Cahaya layar ponsel bisa mengganggu produksi melatonin—hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Alhasil, otak tetap dalam mode "waspada", padahal tubuh sudah seharusnya bersiap untuk istirahat.
Belum lagi jika obrolan berlangsung hingga larut malam. Banyak pasangan jadi sulit memutuskan untuk berhenti menelepon, karena tak ingin melewatkan satu menit pun bersama. Akibatnya, waktu tidur terpotong, bangun jadi terlambat, dan kantuk menyerang di pagi hari. Kondisi ini jika terus berlangsung bisa membuat produktivitas menurun dan mood jadi tidak stabil.
Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga berisiko menciptakan ketergantungan. Ada yang merasa belum bisa tidur tanpa mendengar suara pasangan, sehingga jika suatu hari tidak bisa sleep call, justru jadi gelisah dan sulit memejamkan mata.
Solusinya, batasi durasi dan hindari penggunaan ponsel di tempat tidur. Coba ganti dengan aktivitas menenangkan seperti membaca buku atau mendengarkan musik lembut. Jika ingin tetap berkomunikasi, cukup dengan pesan singkat sebelum mati lampu.
Hubungan yang sehat tidak harus selalu melekat—termasuk saat tidur. Memberi ruang untuk istirahat sendiri justru bisa membuat hubungan lebih kuat dan berkualitas.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.