Apa Hakikat Pemilu Menurut Wiranto?
“Pemilu bukan sekadar memilih pemimpin,” tegas Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto. Ia menjelaskan bahwa hakekat pemilihan umum jauh lebih dalam dari sekadar ritual demokrasi lima tahunan. Baginya, Pemilu adalah momentum menentukan arah nasib bangsa untuk lima tahun ke depan.
Setiap suara yang diberikan, kata Wiranto, bukan sekadar dukungan pada satu sosok calon. Melainkan bentuk kepercayaan rakyat terhadap visi dan kebijakan yang akan membawa perubahan di berbagai bidang—ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga stabilitas keamanan. Pemilu menjadi cerminan bagaimana rakyat memilih masa depan yang diinginkan.
Wiranto menekankan, partisipasi aktif masyarakat dalam Pemilu bukan hanya hak, tapi juga kewajiban sebagai warga negara. Tanpa keterlibatan penuh masyarakat, demokrasi bisa kehilangan makna. Oleh karena itu, Pemilu harus dijalankan dengan jujur, adil, dan damai agar hasilnya benar-benar mencerminkan kehendak rakyat.
Pernyataan ini disampaikan Wiranto pada awal 2019, tak lama menjelang Pemilu serentak yang pertama kali digelar di Indonesia. Saat itu, ia menyerukan agar seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban dan menghindari gesekan politik yang bisa memecah belah persatuan.
Sampai kini, pesan tersebut tetap relevan: Pemilu bukan sekadar pesta demokrasi, tapi juga tanggung jawab bersama untuk menentukan wajah Indonesia di masa depan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.