Hubungan Kedalaman dan Tekanan dalam Air

Saat menyelam ke dasar kolam atau laut, tubuh kita mulai merasakan tekanan yang semakin besar. Mengapa hal ini terjadi? Jawabannya ada pada hubungan antara kedalaman dan tekanan dalam zat cair.

Semakin dalam kita menyelam, semakin besar pula tekanan yang dirasakan. Ini bukan hanya perasaan semata, melainkan fakta ilmiah. Tekanan air memang berbanding lurus dengan kedalaman. Artinya, ketika kedalaman meningkat, tekanan juga ikut naik. Hal ini terjadi karena lapisan air di atas menambah beban pada lapisan di bawahnya.

Faktor lain yang memengaruhi tekanan adalah massa jenis air dan gaya gravitasi. Namun karena gravitasi di bumi relatif tetap, yang paling berperan adalah kedalaman dan jenis air itu sendiri. Misalnya, air laut yang lebih padat karena kandungan garamnya memberi tekanan sedikit lebih besar dibanding air tawar pada kedalaman yang sama.

Bayangkan seperti susunan buku di rak. Semakin banyak buku ditumpuk, semakin besar tekanan pada buku di paling bawah. Begitu pula dengan air: semakin dalam posisimu, semakin banyak "lapisan" air di atasmu yang memberi tekanan.

Pernah melihat penyelam scuba membawa tabung oksigen? Salah satu alasannya adalah untuk menyeimbangkan tekanan udara dalam tubuh dengan tekanan air di sekitar mereka. Tanpa itu, tubuh bisa merasa tidak nyaman bahkan terluka.

Jadi, setiap kali kamu menyelam, ingatlah bahwa air di atas kepalamu bekerja lebih keras daripada yang kamu kira. Semakin dalam, semakin kuat tekanannya — alam punya caranya sendiri untuk mengingatkan kita tentang hukum fisika.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait