Titah Kelima: Hormatilah Ayahmu dan Ibumu

"Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di bumi yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu." Itulah isi Titah Kelima yang tertulis dalam Keluaran 20:12. Perintah ini bukan sekadar nasihat, tapi bagian dari Sepuluh Hukum yang diberikan Allah kepada umat-Nya di gunung Sinai — pedoman hidup yang tetap relevan hingga hari ini.

Menghormati orang tua bukan hanya soal menuruti perintah, tetapi juga bentuk pengakuan atas kasih, pengorbanan, dan peran mereka dalam membentuk hidup kita. Dalam budaya Timur, termasuk di Indonesia, nilai hormat terhadap orang tua memang sudah lama dijunjung tinggi. Tetapi Titah Kelima mengajarkan lebih dari sekadar tradisi — ini adalah perintah ilahi yang disertai janji.

Janji yang disebutkan — agar umur panjang di tanah yang dijanjikan — menunjukkan bahwa ketaatan ini membawa berkat nyata. Bukan berarti setiap yang menghormati orang tua akan hidup sampai 100 tahun, tetapi secara rohani dan sosial, sikap hormat menciptakan ketertiban, kedamaian, dan relasi yang sehat. Dalam jangka panjang, hal itu memang bisa berdampak pada kualitas dan keberlanjutan hidup.

Menghormati orang tua juga tidak berhenti saat mereka sudah tua atau bahkan setelah mereka tiada. Itu berarti kita menjaga nama mereka, merawat kepercayaan mereka, dan meneruskan nilai-nilai baik yang mereka ajarkan.

Di tengah dunia yang serba cepat dan sering kali individualistis, Titah Kelima mengingatkan kita untuk kembali ke akar: keluarga. Karena dari sanalah, sering kali, kasih dan nilai pertama kali ditanamkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait