"Ya Tuhanku dan Allahku!" – Saat Tomas Percaya
Dalam perjalanan iman, keraguan sering kali menjadi bagian yang tak terhindarkan. Itulah yang dialami oleh Tomas, salah satu murid Yesus. Saat mendengar kabar bahwa Yesus telah bangkit, ia berkata, "Kalau tidak kuletakkan jariku dalam lubang-lubang pentungan itu dan kumasukkan tanganku ke dalam lambang-Nya, aku tidak akan percaya." Ia butuh bukti nyata, bukan sekadar cerita dari mulut ke mulut.
Beberapa hari kemudian, Yesus muncul kembali di tengah para murid—dan kali ini, Tomas ada di antara mereka. Tanpa diminta, Yesus langsung mengajak Tomas untuk menyentuh bekas luka di tangan dan lambung-Nya. Respons Tomas begitu kuat dan penuh penghormatan: "Ya Tuhanku dan Allahku!" Kata-kata ini bukan sekadar pengakuan iman, tetapi pengakuan akan keilahian Yesus. Bagi banyak orang Kristen, pernyataan Tomas menjadi salah satu pengakuan iman paling jelas dalam Alkitab.
Tapi Yesus kemudian berkata sesuatu yang mendalam: "Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya." Kalimat ini menyentuh inti dari iman sejati—percaya tanpa harus melihat, percaya meski tidak ada bukti nyata di depan mata.
Kisah Tomas mengingatkan kita bahwa keraguan bukan hal yang harus ditutup-tutupi. Justru, ketika dibawa kepada Tuhan, keraguan bisa menjadi jembatan menuju iman yang lebih dalam. Dan bagi mereka yang belum pernah melihat, namun tetap memilih percaya—Yesus menyebut mereka berbahagia.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.