Kasus Perundungan Atlet Voli Kembar Korea Selatan

Lee Jae-yeong dan Lee Dae-yeong, dua atlet voli putri kembar asal Korea Selatan, menjadi sorotan publik pada pertengahan Februari 2021 setelah diberitakan terlibat dalam kasus perundungan di masa sekolah. Pada Senin, 15 Februari 2021, Badan Olahraga Nasional Korea Selatan resmi memberikan sanksi berupa skors terhadap kedua atlet tersebut dari tim nasional voli putri.

Menurut laporan media lokal yang diangkat oleh Tempo.co, dugaan perundungan ini mencuat setelah korban dan beberapa mantan teman sekolah mereka membuka kembali insiden yang terjadi belasan tahun lalu. Mereka menyebut bahwa sang kembar diduga pernah memimpin kelompok pelajar yang melakukan kekerasan fisik dan psikologis terhadap siswa lain, termasuk pemaksaan, penghinaan, dan isolasi sosial.

Kasus ini memicu perdebatan luas di Korea Selatan, terutama karena kedua atlet tersebut merupakan sosok publik yang dikenal luas, terlebih setelah penampilan mereka di pentas internasional. Banyak pihak menuntut pertanggungjawaban penuh, meskipun peristiwa terjadi saat mereka masih remaja. Namun, tak sedikit juga yang menilai hukuman harus proporsional dan memberi ruang untuk pertobatan.

Badan Olahraga Nasional menyatakan bahwa keputusan skors berdasarkan temuan awal investigasi yang menunjukkan adanya pelanggaran etika serius. Sementara itu, sang kembar telah mengeluarkan permintaan maaf secara terbuka, mengakui kesalahan di masa lalu dan menyatakan penyesalan mendalam.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa reputasi publik, terutama di dunia olahraga, tak hanya dibangun dari prestasi, tetapi juga dari integritas pribadi—termasuk hal yang terjadi di masa lalu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait