Analisis atau Analisa? Ini Kata yang Baku Menurut KBBI
Di tengah tulisan-tulisan formal, sering muncul pertanyaan: sebenarnya, mana yang benar — analisa atau analisis? Banyak orang terbiasa menggunakan "analisa", terutama karena pengucapannya yang lebih ringkas dan sering dipakai dalam percakapan sehari-hari. Namun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bentuk yang baku adalah analisis.
Kata analisis berasal dari bahasa Inggris "analysis", dan telah disesuaikan dengan kaidah ejaan bahasa Indonesia yang baku. Penulisan "analisa" sebenarnya merupakan bentuk yang lazim dalam dialek Melayu lama atau pengaruh dari bahasa Belanda, tetapi tidak diakui sebagai bentuk resmi dalam standar bahasa Indonesia modern.
Sebagai contoh, dalam dunia akademik, jurnal ilmiah, atau laporan resmi, kata yang digunakan selalu analisis. Misalnya: "Hasil analisis data menunjukkan peningkatan signifikan." Penulisan ini sesuai dengan pedoman bahasa yang ditetapkan oleh Badan Bahasa.
Meski "analisa" masih sering terdengar di media atau percakapan, penting untuk membedakan antara penggunaan sehari-hari dan kaidah baku. Jika Anda menulis untuk keperluan formal, lebih baik gunakan analisis. Namun, bukan berarti penggunaan "analisa" membuat orang tidak paham — hanya saja, dalam konteks resmi, ketepatan kata mencerminkan kualitas tulisan.
Jadi, meskipun keduanya sering dipakai secara bergantian, ingatlah bahwa analisis adalah bentuk yang diakui sebagai baku. Menjaga kebenaran bahasa bukan soal kaku, tapi tentang menjaga kejelasan dan profesionalisme komunikasi.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.