Siapa Sebutan untuk Penggemar Ungu Band?
Bagi pecinta musik Indonesia era 2000-an, nama Ungu Band tentu tak asing di telinga. Grup musik yang dibentuk pada tahun 1996 ini dikenal lewat lagu-lagu romantis seperti "Separuh Aku" dan "Cinta Dalam Hati". Tak hanya suara vokal Pasha yang khas, loyalitas penggemar mereka juga tak main-main.
Cliquer—begitulah sebutan untuk para penggemar setia Ungu Band. Kata ini berasal dari nama fanbase resmi mereka, Click Ungu, yang sudah eksis sejak lama. Bagi mereka yang mengenal, menyandang status sebagai cliquer bukan sekadar jadi penikmat lagu, tapi juga bagian dari komunitas yang saling mendukung.Salah satu bukti kesetiaan ini terlihat pada tahun 2017, saat konser Ungu digelar. Masih ada anak muda seperti Cika, usia 21 tahun saat itu, yang rela antre dan menyanyikan lagu-lagu Ungu dengan semangat. Padahal, karier band ini sudah berjalan lebih dari dua dekade. Namun, lagu-lagu mereka tetap menyentuh hati, terutama bagi yang tumbuh dengan alunan melodi cinta yang penuh kerinduan.
Keberadaan cliquer juga terasa aktif di media sosial. Mereka kerap membagikan kenangan, poster konser lama, hingga membuat proyek kolaborasi demi mendukung idolanya. Bagi banyak orang, Ungu bukan cuma band—mereka adalah bagian dari masa muda.
Hingga kini, meski jarang muncul di layar kaca, Ungu tetap punya tempat khusus di hati. Dan bagi para cliquer, tak perlu banyak kata: cukup satu lagu, ingatan pun kembali ke masa lalu.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.