Perbedaan Lordosis dan Kifosis pada Tulang Belakang

Lordosis dan kifosis adalah dua kondisi gangguan postur tubuh yang sering ditemui, terutama akibat kebiasaan sehari-hari yang kurang tepat. Meski sama-sama menyangkut bentuk tulang belakang, kedua kondisi ini berbeda dari segi arah lengkungan dan penyebabnya.

Kifosis terjadi ketika tulang belakang membengkok ke arah belakang secara berlebihan, sehingga membuat punggung tampak membungkuk atau seperti berpunuk. Kondisi ini sering terlihat pada orang yang terlalu lama membungkuk, terutama saat menggunakan gawai atau bekerja di depan komputer. Namun, kifosis juga bisa disebabkan oleh faktor usia, seperti osteoporosis pada lansia, atau kelainan bawaan sejak lahir.

Di sisi lain, lordosis adalah kondisi di mana lengkungan tulang belakang bagian bawah (lumbar) terlalu menonjol ke depan. Akibatnya, pinggul terlihat maju ke depan dan perut tampak menonjol. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan posisi duduk yang salah dalam waktu lama, kelemahan otot inti (core), atau bahkan postur berdiri yang tidak seimbang. Meski sering tidak menimbulkan rasa sakit di awal, jika dibiarkan, lordosis bisa menyebabkan nyeri punggung bawah.

Baik kifosis maupun lordosis sebenarnya bisa dicegah. Gerakan fisik teratur, postur tubuh yang benar, dan penguatan otot inti menjadi kunci utama. Jika kamu mulai merasakan ketidaknyamanan atau melihat perubahan pada bentuk punggung, sebaiknya segera konsultasikan ke tenaga kesehatan sebelum kondisi memburuk.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait