Perbedaan Antara Suporter Casual dan Ultras

Bagi pencinta sepak bola, istilah casual dan ultras mungkin sering terdengar, tapi keduanya punya makna yang sangat berbeda, bahkan bisa dikatakan bertolak belakang.

Casual berasal dari budaya hooligan di Inggris. Kelompok ini lebih dikenal karena kecenderungan mencari kerusuhan, baik di dalam maupun luar stadion. Mereka tidak sekadar mendukung tim, tetapi sering kali menjadikan pertandingan sebagai ajang adu kekuatan dengan suporter lawan. Kekerasan, tawuran, dan konflik menjadi bagian dari identitas mereka.

Di sisi lain, ultras berasal dari Italia dan justru menekankan pada semangat mendukung tim secara total dan penuh gairah. Mereka datang ke stadion bukan untuk berkelahi, melainkan untuk menciptakan suasana membara lewat yel-yel, koreografi, dan atribut-atribut yang dirancang khusus. Bagi ultras, stadion adalah panggung untuk menunjukkan loyalitas tanpa batas.

Sementara keduanya sama-sama fanatik, tujuan dan cara ekspresinya jelas berbeda. Jika casual cenderung menghindari sorotan media karena tindakannya yang meresahkan, ultras justru bangga akan peran mereka dalam membangun atmosfer pertandingan.

Saat ini, semangat ultras lebih banyak diadopsi oleh suporter modern di berbagai negara, termasuk Indonesia. Banyak kelompok suporter lokal yang terinspirasi gaya ultras Italia, mulai dari tifosi Persija hingga pendukung klub-klub besar lainnya.

Jadi, meski sama-sama berapi-api, ultras lebih tentang cinta terhadap klub, sementara casual lebih dekat dengan budaya kekerasan. Dua dunia yang berbeda, meski sama-sama lahir dari gairah sepak bola.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait