Perbedaan GERD dan Asam Lambung yang Perlu Kamu Tahu
Ketika merasakan nyeri di ulu hati atau sensasi panas di dada, banyak orang langsung mengira itu asam lambung. Tapi ternyata, tidak semua gejala ini sama. Ada perbedaan penting antara asam lambung naik dan kondisi yang disebut GERD.
Secara sederhana, asam lambung yang naik terlalu tinggi dari perut ke kerongkongan bisa memicu apa yang disebut gastroesophageal reflux disease atau GERD. Seperti dijelaskan oleh dr. Ari, asam lambung yang hanya meningkat di lambung tanpa naik ke atas biasanya dikaitkan dengan maag. Gejalanya bisa berupa perih, kembung, atau mual, tapi belum tentu naik ke dada atau tenggorokan.
GERD, di sisi lain, terjadi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus). Inilah yang menyebabkan sensasi panas atau nyeri di dada, sering disebut heartburn, bahkan kadang disangka sakit jantung. Refluks asam ini bisa terjadi beberapa kali dalam seminggu, terutama setelah makan atau saat berbaring.
Faktor seperti pola makan, stres, kelebihan berat badan, atau kebiasaan langsung berbaring setelah makan bisa memperparah kondisi ini. Orang dengan GERD juga sering mengalami masalah seperti sering bersendawa, rasa pahit di mulut, atau suara serak karena iritasi di kerongkongan.
Mengetahui perbedaan ini penting agar penanganan tepat. Maag ringan mungkin cukup diatasi dengan perubahan gaya hidup, sementara GERD yang berkelanjutan bisa butuh pengobatan lebih serius agar tidak merusak kerongkongan.
Jadi, jangan anggap remeh asam lambung yang naik terus-menerus. Jika gejalanya sering muncul, sebaiknya segera konsultasi ke dokter.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.