Perduli atau Peduli? Ini Penjelasan yang Benar

Sering kita dengar kata peduli dalam percakapan sehari-hari, terutama saat membahas sikap terhadap sesama atau lingkungan. Tapi pernahkah kamu bingung menulisnya: peduli atau perduli? Jawabannya sederhana—yang benar adalah peduli.

Kata perduli sebenarnya adalah bentuk yang salah secara ejaan baku. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), penulisan yang benar adalah peduli, yang berarti mengindahkan, menghiraukan, atau memperhatikan. Misalnya, “Ia tidak peduli dengan omongan orang.” Artinya, orang tersebut tidak memperdulikan apa yang dikatakan orang lain.

Perbedaan antara “peduli” dan “perduli” hanya terletak pada ejaan. Tidak ada perbedaan makna karena memang kata “perduli” tidak termasuk dalam bentuk baku. Bisa jadi, kesalahan ini muncul karena pengaruh cara pengucapan sehari-hari, yang kadang terdengar seperti “per-duli”, sehingga orang menuliskannya begitu.

Padahal, menurut aturan bahasa Indonesia yang berlaku, bentuk yang benar adalah peduli. Kata ini sering digunakan dalam konteks sosial, seperti “Masyarakat harus lebih peduli terhadap lingkungan” atau “Pemerintah diharapkan lebih peduli pada nasib petani.”

Jadi, mulai sekarang, pastikan kamu menulis peduli, bukan perduli. Meskipun terdengar sepele, penggunaan kata yang tepat menunjukkan kemampuan berbahasa yang baik dan menghargai kaidah bahasa Indonesia. Bahasa bukan hanya soal komunikasi, tapi juga identitas. Mari jaga kebenarannya, satu kata pada satu waktu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait