Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk pada Anak

Stunting dan gizi buruk sering dikira sama, padahal keduanya adalah kondisi yang berbeda meski sama-sama berkaitan dengan asupan gizi. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan jangka panjang akibat kekurangan nutrisi, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan sejak janin hingga anak berusia dua tahun. Ciri utamanya adalah anak tumbuh pendek untuk ukuran usianya, terlihat lebih muda, dan pertumbuhannya terhambat secara fisik maupun kognitif.

Sementara itu, gizi buruk lebih mudah dikenali dari penampilan fisik. Anak yang mengalami gizi buruk biasanya tampak sangat kurus, kulitnya kering, lemak di bawah kulit berkurang, otot mengecil, dan daya tahan tubuh melemah. Kondisi ini terjadi karena asupan makanan yang sangat terbatas atau infeksi berulang seperti diare dan campak.

Perbedaan utama terletak pada bentuk manifestasinya: stunting lebih ke arah tinggi badan yang tidak sesuai usia, sedangkan gizi buruk terlihat dari berat badan yang jauh di bawah standar. Stunting bisa tidak langsung terlihat, sehingga sering terabaikan, sementara gizi buruk biasanya tampak jelas secara visual.

Meski berbeda, keduanya bisa saling berkaitan. Anak yang pernah mengalami gizi buruk berisiko tinggi menjadi stunting jika pemulihannya tidak optimal. Pemerintah dan masyarakat terus menggalakkan edukasi, pemberian makanan bergizi sejak dini, dan pemantauan tumbuh kembang anak untuk mencegah keduanya.

Kesadaran dini dari orang tua sangat penting. Pemeriksaan rutin ke posyandu dan pola asuh yang baik bisa jadi kunci utama mencegah stunting dan gizi buruk di masa depan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait