Perbedaan Walimah dan Resepsi dalam Pernikahan
Saat mendengar kata resepsi pernikahan, kebanyakan orang langsung membayangkan dekorasi megah, tamu yang berdatangan, dan suasana penuh sukacita. Tapi ada juga yang lebih memilih menyebut acara itu sebagai walimah atau walimatul ursy. Apa bedanya?
Secara makna dan tujuan, keduanya sebenarnya hampir sama: acara syukuran atas pernikahan yang telah dilangsungkan. Hanya saja, istilah resepsi lebih umum digunakan oleh masyarakat luas karena terdengar netral dan lebih dikenal secara umum. Sementara kata walimah lebih sering dipakai dalam lingkungan yang mengedepankan nuansa keislaman. Kata ini berasal dari bahasa Arab dan memiliki dasar syariat dalam Islam, terutama merujuk pada undangan resmi untuk merayakan pernikahan.
Dari segi rangkaian acara, baik resepsi maupun walimah biasanya menampilkan hal-hal yang mirip: sambutan, makanan untuk tamu, sesi foto, dan hiburan. Yang membedakan justru lebih ke nuansa dan penyebutan. Ada keluarga yang memilih walimah agar terasa lebih sesuai ajaran, sementara lainnya tetap pakai istilah resepsi agar semua tamu, dari berbagai latar belakang, merasa nyaman.
Jadi, meski beda istilah, intinya sama: berbagi kebahagiaan dan rasa syukur atas ikatan baru yang terjalin. Pilihan menggunakan "resepsi" atau "walimah" akhirnya kembali pada keyakinan, budaya, dan preferensi pasangan serta keluarga.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.