5 Hal yang Bisa Buat Sholat Tidak Diterima

Sholat adalah tiang agama, namun tidak semua sholat langsung diterima oleh Allah SWT. Ada sebab-sebab tertentu yang bisa membuat ibadah ini tak bernilai di sisi-Nya, meski secara fisik sudah dilakukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda bahwa ada amalan yang tampak indah, tetapi justru ditolak karena perilaku pelakunya.

Sering berbuat maksiat menjadi salah satu penyebab utama. Orang yang dengan sadar terus melakukan dosa besar—seperti berbohong, zina, atau menyakiti orang lain—bisa jadi sholatnya tak diterima, selama belum bertaubat sungguh-sungguh. Maksiat membuat hati keras, dan sholat tanpa ketundukan hanya menjadi gerakan kosong.

Setengah hati saat sholat juga berbahaya. Banyak orang terburu-buru, tidak khusyuk, atau sambil memikirkan urusan dunia. Padahal, khusyuk adalah ruh dari sholat. Tanpa itu, ibadah hanya jadi rutinitas tanpa makna.

Hal lain yang sering dilupakan: tidak mengangkat tangan saat berdoa. Padahal, Rasulullah selalu mengangkat tangan saat berdoa, terutama di saat sujud atau setelah salam. Ini bukan sekadar adab, tapi bentuk kerendahan hati di hadapan Allah.

Membicarakan aib orang lain juga berdampak langsung pada penerimaan sholat. Ghibah (menggunjing) bisa menghanguskan pahala, bahkan membuat doa tertolak. Bayangkan, kita meminta ampun sambil merusak nama saudara sendiri—bagaimana mungkin diterima?

Terakhir, tidak pernah bersyukur. Orang yang selalu mengeluh, tak pernah merasa cukup, dan lupa memuji nikmat Allah, hatinya akan jauh dari rahmat. Syukur bukan hanya soal ucapan, tapi juga sikap yang menghargai setiap rezeki dari-Nya.

Marilah kita perbaiki sholat kita, bukan hanya gerakannya, tapi juga hati dan kelakuan setelahnya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait