Ini Tes Kesehatan Wajib yang Harus Dijalani di KUA Sebelum Menikah

Saat mempersiapkan pernikahan, banyak calon pengantin sering lupa tentang pemeriksaan kesehatan wajib yang harus dilalui di Kantor Urusan Agama (KUA). Padahal, tes ini bukan sekadar formalitas—tapi langkah penting untuk memastikan kesehatan dan kesiapan kedua mempelai menjalani kehidupan baru.

Tes kesehatan pranikah di KUA mencakup beberapa pemeriksaan penting, seperti tes darah lengkap, golongan darah, dan faktor rhesus—informasi yang sangat berguna terutama jika pasangan berencana punya anak. Jika terjadi ketidakcocokan rhesus, misalnya, dokter bisa memberi penanganan lebih awal.

Tak kalah penting, ada juga pemeriksaan hepatitis B, HIV/AIDS, dan infeksi menular seksual lainnya. Tes ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai bentuk tanggung jawab agar pasangan saling jujur dan siap secara medis. Selain itu, dokter juga biasanya menyarankan tes TORCH, yang mencakup toksoplasma, rubella, dan campak, karena infeksi ini bisa berisiko bagi kehamilan di masa depan.

Tes urine dan kadar gula darah juga termasuk dalam rangkaian pemeriksaan. Keduanya membantu mendeteksi gangguan ginjal, diabetes, atau kondisi kesehatan lain yang mungkin belum diketahui sebelumnya. Idealnya, semua tes ini dilakukan minimal tiga bulan sebelum hari pernikahan. Kenapa? Agar jika ditemukan masalah kesehatan, masih ada waktu untuk pengobatan atau konsultasi lebih lanjut.

Menikah bukan cuma soal janji setia, tapi juga kesiapan fisik dan mental. Dengan tes kesehatan pranikah, kamu dan pasangan bisa memulai hidup bersama dengan lebih tenang dan penuh persiapan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait