Apa Saja yang Membatalkan Ihram?
Saat melaksanakan ibadah haji atau umrah, seorang muslim memasuki keadaan yang disebut ihram. Dalam kondisi ini, ada sejumlah larangan yang harus dijaga agar ibadah tetap sah dan diterima. Ulama sepakat bahwa ada beberapa perbuatan yang dapat membatalkan atau setidaknya melanggar ketentuan ihram.
Pertama, memotong rambut atau kuku. Bagi yang sedang ihram, dilarang mencukur rambut kepala atau memotong kuku tangan dan kaki hingga prosesi haji atau umrah selesai. Larangan ini mencerminkan kesederhanaan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
Kedua, penggunaan parfum atau minyak wangi di tubuh setelah berniat ihram juga tidak diperbolehkan. Begitu pula dengan memakai pakaian berjahit bagi laki-laki — seperti baju kemeja atau celana panjang berjahit — karena laki-laki ihram hanya boleh memakai dua lembar kain yang tidak dijahit. Perempuan tetap boleh memakai pakaian biasa, namun harus menjaga agar tidak menutup wajahnya dengan cadar atau sarung tangan.
Ketiga, menutup kepala bagi laki-laki, membunuh hewan buruan, bersetubuh, atau melakukan perbuatan yang menggambarkan niat untuk menikah (seperti akad nikah), dan bahkan menyentuh istri dengan syahwat juga termasuk pelanggaran besar. Bersetubuh sebelum tahallul pertama secara langsung membatalkan ibadah haji.
Meski tidak semuanya membatalkan haji secara total, pelanggaran ini bisa mengharuskan seseorang membayar denda (demi) sesuai jenis kesalahannya. Karena itu, menjaga larangan ihram adalah bagian penting dari kesempurnaan ibadah haji dan umrah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.