Tanda Pertama Infeksi pada Ibu Nifas yang Harus Diwaspadai

Saat menjalani masa nifas, tubuh ibu masih dalam proses pemulihan setelah melahirkan. Pada masa ini, risiko infeksi masih sangat mungkin terjadi, terutama jika tanda-tanda awal tidak diwaspadai. Demam tinggi setelah melahirkan adalah salah satu gejala pertama yang harus diperhatikan. Jika suhu tubuh melebihi 38°C, terutama lebih dari satu kali dalam 24 jam, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi.

Selain demam, nyeri pada daerah panggul atau perut bawah juga bisa menjadi peringatan dini. Rasa sakit yang tidak wajar atau semakin memburuk setelah hari-hari pertama melahirkan bisa menandakan adanya peradangan atau infeksi di saluran reproduksi. Keputihan (lochea) yang berbau tidak sedap juga merupakan tanda klasik dari infeksi nifas. Normalnya, lochea akan berubah warna dari merah ke coklat dan berangsur-angsur berkurang. Namun jika bau busuk muncul, ini bisa menunjukkan bakteri berkembang biak di dalam rahim.

Gejala lain yang tak boleh diabaikan adalah sub involusi uterus, yaitu kondisi di mana rahim tidak menyusut kembali seperti semula dengan baik. Rahim yang tetap besar atau terasa lembek saat diperiksa bisa mengindikasikan adanya infeksi atau sisa jaringan yang tidak dikeluarkan setelah persalinan.

Pencegahan tetap menjadi kunci. Kebersihan diri, istirahat cukup, dan kontrol rutin ke tenaga kesehatan dapat mengurangi risiko infeksi. Jika ada tanda-tanda seperti demam, nyeri hebat, atau cairan berbau, segera periksakan diri. Dengan penanganan cepat, komplikasi serius bisa dihindari dan masa pemulihan menjadi lebih aman.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait