Apakah Tantrum pada Anak Akan Hilang dengan Sendirinya?
Ketika anak menangis keras, berguling-guling di lantai, atau berteriak hanya karena tidak mendapat mainan yang diinginkan, itu biasa disebut tantrum. Bagi orang tua, momen ini bisa membuat stres. Tapi tenang, tantrum sebenarnya adalah bagian normal dari perkembangan anak.
Ya, tantrum umumnya akan berkurang dan bahkan hilang dengan sendirinya seiring waktu. Saat anak mulai bisa mengungkapkan keinginan dan perasaannya lewat kata-kata, mereka tidak perlu lagi melampiaskannya dengan tangisan atau amukan. Biasanya, kemampuan berbicara yang semakin baik membuat anak lebih mudah berkomunikasi, sehingga frustasi pun berkurang.
Selain itu, seiring tumbuhnya kemampuan mengelola emosi, anak juga belajar bahwa marah tidak selalu harus dengan teriakan. Orang tua pun punya peran penting di sini—dengan memberi contoh cara mengendalikan emosi dan merespons dengan tenang saat anak tantrum.
Sebagian besar anak mulai jarang mengalami tantrum setelah usia 3 hingga 4 tahun. Namun, setiap anak berkembang dengan caranya sendiri. Ada yang sudah jarang tantrum di usia 3 tahun, ada pula yang masih sesekali meledak hingga menginjak usia 5 tahun—dan itu masih tergolong wajar selama tidak berlebihan atau terlalu sering.
Kunci utamanya adalah kesabaran. Alih-alih memarahi, coba pahami apa yang membuat anak kesal. Bimbing mereka perlahan untuk mengekspresikan perasaan dengan cara yang lebih sehat. Dengan dukungan yang tepat, tantrum bukanlah masalah yang perlu ditakuti—melainkan fase yang akan dilalui.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.