Cara Mengawali Doa Menurut Ajaran Islam

Saat seorang muslim hendak berdoa, ada adab yang dianjurkan untuk diikuti agar doa lebih khusyuk dan sesuai tuntunan Nabi Muhammad ﷺ. Salah satu yang sering dilupakan adalah urutan pembuka sebelum memohon kepada Allah.

Mulai dengan Basmalah, yaitu membaca "Bismillahirrahmanirrahim"*—ini adalah langkah pertama yang diajarkan Rasulullah saat memulai berbagai aktivitas, termasuk doa. Basmalah mengandung makna memohon berkah dan pertolongan dari Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.

Setelah itu, dianjurkan untuk membaca Shalawat dan Salam kepada Nabi Muhammad ﷺ. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi bentuk cinta dan penghormatan kepada Rasulullah yang telah menyampaikan ajaran Islam. Salah satu shalawat yang populer adalah *“Allahumma salli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad”.*

Barulah kemudian dilanjutkan dengan tahmid, yaitu mengucap *“Alhamdulillah”* atau memuji Allah atas segala nikmat. Tahmid mengingatkan bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya, dan hanya Dia yang layak dipuji.

Urutan ini bukan hanya formalitas, tetapi sarana untuk menyucikan hati sebelum menyampaikan hajat. Dengan memulai doa secara bertahap seperti ini, seorang muslim diajarkan untuk tunduk, bersyukur, dan mengingat peran Nabi dalam menyampaikan ajaran Islam.

Sejak zaman Rasulullah, cara ini telah dijalankan oleh para sahabat dan terus dihidupkan oleh umat hingga kini. Maka, meski doa bisa dipanjatkan kapan saja, memulainya dengan adab akan membuat hati lebih tenang dan harapan lebih tulus.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait