Apa Sih Penyebab GERD? Ini Penjelasannya

GERD atau gastroesophageal reflux disease bukan sekadar asam lambung naik sesekali. Ini adalah kondisi kronis yang terjadi saat asam lambung sering kembali ke kerongkongan, menyebabkan rasa panas di dada, mulut terasa pahit, hingga batuk berkepanjangan. Tapi, apa sebenarnya yang memicu seseorang mengalami GERD?

Beberapa kondisi kesehatan tertentu bisa meningkatkan risiko GERD. Obesitas adalah salah satunya. Kelebihan berat badan memberi tekanan ekstra pada perut, sehingga mendorong asam lambung naik. Lalu ada hernia hiatal, saat sebagian lambung mendorong ke atas diafragma, melemahkan cincin otot yang seharusnya mencegah asam naik.

Kehamilan juga sering dikaitkan dengan GERD, terutama di trimester akhir. Peningkatan tekanan dalam perut akibat bayi yang tumbuh membuat asam lebih mudah naik. Begitu pula dengan scleroderma, penyakit langka yang memengaruhi jaringan ikat tubuh dan bisa melemahkan otot kerongkongan.

Selain faktor medis, gaya hidup pun memegang peran besar. Kebiasaan seperti makan terlalu banyak, makan menjelang tidur, konsumsi makanan pedas atau berlemak, serta merokok dan minum alkohol dalam jangka panjang bisa melemahkan katup lambung alami. Lama-kelamaan, hal ini menyebabkan asam mudah bocor ke kerongkongan.

Jadi, meski terlihat sepele, GERD bisa jadi tanda bahwa tubuh butuh perhatian lebih. Mulai dari pola makan hingga gaya hidup, semuanya bisa jadi bagian dari masalah. Lebih waspada sejak dini bisa bantu cegah gejala jadi semakin parah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait