Antimateri: Benda Termahal di Dunia yang Harganya Tak Terbayangkan

Bayangkan satu gram benda bernilai hampir Rp 925.000 triliun. Itu bukan emas, bukan berlian, bukan pula teknologi canggih dari luar angkasa—melainkan antimateri, atau dalam bahasa Indonesia disebut antimateri. Menurut data yang masih berlaku hingga kini, antimateri adalah zat paling mahal di dunia, dengan harga perkiraan mencapai US$ 62,5 triliun per gram.

Angka ini sungguh luar biasa. Untuk membandingkan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tahun 2022 saja "hanya" sekitar Rp 3.106 triliun. Artinya, satu gram antimateri setara hampir 300 kali lipat dari total anggaran negara terbesar ke-16 di dunia itu. Fantastis? Jelas.

Lalu, apa sebenarnya antimateri? Secara sederhana, antimateri adalah versi "lawan" dari materi biasa. Setiap partikel materi memiliki pasangan antimateri. Saat keduanya bertemu, mereka saling menghancurkan dan menghasilkan energi dalam jumlah sangat besar—itulah sebabnya antimateri menarik bagi peneliti sebagai sumber energi masa depan, bahkan bahan bakar pesawat luar angkasa.

Namun, mengapa harganya begitu mahal? Karena produksinya sangat sulit dan membutuhkan fasilitas canggih seperti particle accelerator (pemercepat partikel) di CERN. Butuh waktu dan energi luar biasa hanya untuk menciptakan sejumlah kecil antimateri. Belum lagi biaya penyimpanan yang rumit karena sifatnya yang langsung meledak jika bersentuhan dengan materi biasa.

Jadi, meski tidak bisa dibeli di toko atau digunakan dalam kehidupan sehari-hari, antimateri tetap menjadi simbol betapa tingginya nilai ilmu pengetahuan dan teknologi. Dan siapa tahu? Di masa depan, mungkin saja antimateri bukan sekadar bahan eksperimen, tapi kunci perjalanan manusia ke bintang-bintang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait