Apa yang Terjadi Ketika Kista Ovarium Pecah?

Kista ovarium adalah kantong berisi cairan yang tumbuh pada indung telur wanita. Meskipun sebagian besar kista bersifat jinak dan dapat menyusut dengan sendirinya, ada kalanya kondisi tertentu menyebabkan kista tersebut pecah. Ketika hal ini terjadi, efek yang dirasakan bisa bervariasi dari nyeri ringan hingga kondisi darurat medis yang mengancam jiwa.

Salah satu dampak paling serius dari kista yang pecah adalah terjadinya perdarahan internal di dalam rongga panggul. Cairan atau darah yang keluar dapat memicu rasa nyeri hebat yang muncul secara tiba-tiba di perut bagian bawah. Jika robekan yang terjadi cukup besar dan mengenai pembuluh darah utama, perdarahan hebat tidak dapat dihindari. Pasien berisiko kehilangan banyak darah dalam waktu singkat, yang dapat memicu syok, penurunan tekanan darah secara drastis, hingga lemas luar biasa.

Selain perdarahan, cairan kista yang mengalir ke area perut juga dapat menyebabkan iritasi parah pada jaringan sekitarnya, meningkatkan risiko infeksi atau peritonitis. Gejala lain yang sering menyertai meliputi pusing, mual, muntah, hingga demam jika telah terjadi infeksi.

Oleh karena itu, penanganan medis secara cepat dan tepat sangatlah krusial. Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) atau pemindaian untuk menilai tingkat keparahan perdarahan. Pada kasus ringan, pasien mungkin hanya memerlukan obat pereda nyeri dan pemantauan intensif. Namun, jika terjadi perdarahan hebat yang tidak kunjung berhenti, tindakan operasi darurat harus segera dilakukan untuk menghentikan sumber perdarahan dan membersihkan rongga perut guna menyelamatkan nyawa pasien.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait