Apa yang Terjadi Jika Tidur Terlalu Lama?

Kebanyakan orang berpikir, semakin lama tidur, semakin sehat tubuh. Tapi kenyataannya, tidur lebih dari 9–10 jam setiap malam justru bisa membawa risiko bagi kesehatan. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang tidur terlalu lama memiliki kecenderungan lebih tinggi mengalami obesitas dibanding mereka yang tidur dalam durasi normal—sekitar 7–8 jam per malam.

Tidur terlalu lama tidak selalu berarti tubuh lebih segar. Justru, kebiasaan ini bisa menjadi tanda bahwa kualitas tidur rendah atau ada gangguan kesehatan tersembunyi seperti depresi, penyakit jantung, atau masalah metabolisme. Tubuh yang “terlalu istirahat” bisa kehilangan keseimbangan hormon pengatur nafsu makan, seperti leptin dan ghrelin, yang pada akhirnya mendorong peningkatan berat badan.

Menariknya, kondisi ini mirip dengan efek kurang tidur. Baik terlalu sedikit maupun terlalu banyak tidur sama-sama mengganggu ritme tubuh dan memengaruhi pola makan serta aktivitas fisik. Orang yang tidur lebih dari 10 jam cenderung lebih pasif sepanjang hari, sehingga pembakaran kalori menurun.

Meski kebutuhan tidur berbeda-beda tiap individu, penting untuk memperhatikan kualitas, bukan hanya kuantitas. Jika kamu merasa lelah meski sudah tidur lama, mungkin waktunya mengevaluasi kualitas istirahatmu—bukan menambah jam tidur.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait