Apa Itu Ketindihan dan Mengapa Itu Terjadi?

Ketindihan, atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai sleep paralysis, adalah kondisi di mana seseorang merasa terjebak antara tidur dan bangun—tubuh tidak bisa bergerak, napas terasa berat, dan terkadang disertai halusinasi menakutkan. Banyak orang mengaitkannya dengan gangguan gaib, padahal kondisi ini sebenarnya punya penjelasan ilmiah.

Sleep paralysis terjadi karena ketidaksesuaian antara otak dan tubuh saat tidur. Saat kita masuk ke fase mimpi (REM), tubuh secara alami melumpuhkan otot-otot agar tidak bergerak sesuai mimpi. Namun, jika otak terjaga sebelum tubuh "dinyalakan kembali", kita justru sadar tapi belum bisa bergerak—itulah ketindihan.

Menurut dr. Andreas Prasadja, satu-satunya dokter spesialis gangguan tidur di Indonesia, sleep paralysis sering kali menjadi tanda bahwa tubuh terlalu lelah dan kekurangan tidur. Stres, pola tidur yang tidak teratur, begadang, bahkan kondisi mental seperti kecemasan juga bisa memicu serangan ini—terutama jika terjadi secara berulang.

Meskipun menakutkan, ketindihan umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan penanganan khusus selama tidak terjadi terlalu sering. Cara terbaik untuk mencegahnya adalah dengan menjaga kualitas tidur: tidur cukup (7–8 jam per malam), hindari stres, dan jaga ritme tidur yang konsisten.

Jadi, jika kamu pernah mengalami ketindihan, jangan langsung panik atau mengaitkannya dengan hal mistis. Bisa jadi tubuhmu hanya sedang berteriak: “Aku butuh istirahat yang cukup!”

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait