Apa yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Minum Susu?

Saat menikmati segelas susu, banyak orang tak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsi setelahnya bisa memengaruhi pencernaan. Menurut ahli gizi asal Delhi, Anshul Jaibharat, menggabungkan susu dengan sumber protein lain bisa menjadi kesalahan kecil yang berdampak besar.

Susu sendiri sudah mengandung protein tinggi, terutama kasein dan whey. Saat Anda menambahkan sumber protein lain—seperti daging, telur, atau ayam—tubuh harus bekerja lebih keras untuk mencernanya. Bagi sebagian orang, hal ini bisa menyebabkan perasaan kembung, begah, atau bahkan gangguan pencernaan.

Selain itu, susu juga mengandung laktosa, yang butuh enzim khusus untuk dicerna. Jika sistem pencernaan sudah dipenuhi campuran makanan berat, prosesnya bisa semakin terhambat. Inilah sebabnya, banyak orang merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi susu bersama makanan tinggi protein.

Bukan berarti Anda tak boleh makan apa-apa setelah susu, tetapi lebih baik pilih camilan ringan seperti buah-buahan atau roti gandum. Hindari kombinasi susu dengan telur dadar atau ayam goreng—meski terdengar menggugah selera, campuran ini bisa jadi penyebab perut tidak enak.

Kuncinya adalah memperhatikan bagaimana tubuh merespons. Setiap orang punya toleransi yang berbeda. Namun, jika Anda sering merasa berat setelah minum susu, mungkin sudah saatnya meninjau kembali apa yang Anda makan sesudahnya.

Jadi, meski susu dikenal sebagai minuman bergizi, tetap perlu diperhatikan cara mengonsumsinya agar manfaatnya bisa dirasakan optimal tanpa efek samping yang mengganggu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait