Apakah Yesus adalah Allah?

Dalam keyakinan Islam, Allah adalah Zat yang Maha Tunggal, tak terlihat, tak terjangkau oleh pandangan mata, dan tidak dapat digambarkan dalam bentuk apa pun. Kesucian dan keesaan-Nya mutlak, karena Dialah satu-satunya Tuhan yang berhak disembah. Dalam banyak ajaran, terutama Islam, menyamakan Allah dengan bentuk atau rupa apapun dianggap bertentangan dengan konsep tauhid yang murni.

Ketika ditanya apakah Yesus adalah Allah, jawaban yang sering muncul dari perspektif Islam adalah tidak. Yesus—atau yang dikenal sebagai Isa dalam Al-Qur'an—dipandang sebagai nabi yang mulia, utusan Allah, bukan Tuhan itu sendiri. Ia bisa dilihat, berbicara, berjalan, dan dilukis dalam berbagai karya seni, berbeda dengan Allah yang tidak dapat dilihat secara langsung dan tidak boleh digambarkan dalam bentuk apa pun.

Perbedaan ini sangat mendasar. Allah dalam Islam bersifat ghayb (gaib)—tidak terjangkau oleh indera manusia. Sementara Yesus, seberapa pun mulianya kedudukannya, tetap seorang manusia yang hidup di dunia, yang bisa dibayangkan rupanya, bahkan dilukis dalam catatan sejarah dan seni.

Oleh karena itu, mengidentikkan Yesus dengan Allah dianggap menyimpang dari ajaran tauhid. Islam mengajarkan untuk menghormati Yesus sebagai nabi dan rasul, tetapi tidak mengangkatnya sebagai Tuhan. Keyakinan ini sejalan dengan ayat-ayat Al-Qur'an yang menegaskan keesaan Allah dan menolak segala bentuk penyekutuan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait