Rembuk Stunting: Kolaborasi untuk Cegah Stunting di Badung
Stunting masih menjadi tantangan serius di banyak daerah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Badung. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah mengambil langkah konkret melalui Rembuk Stunting. Acara ini bukan sekadar rapat biasa, melainkan forum strategis yang menghadirkan berbagai pihak untuk duduk bersama mencari solusi bersama.
Rembuk Stunting di Badung melibatkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggung jawab atas layanan publik, seperti kesehatan, pendidikan, dan pangan. Namun, yang membuatnya istimewa adalah keterlibatan aktif dari sektor non-pemerintah, lembaga swadaya, hingga perwakilan masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif seperti ini, diharapkan intervensi pencegahan stunting bisa lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pertemuan ini biasanya membahas berbagai aspek penyebab stunting, mulai dari gizi buruk, akses air bersih, hingga pola asuh. Data terbaru menunjukkan bahwa angka stunting di Bali secara umum sudah membaik, tapi upaya terus diperlukan agar tidak ada generasi muda yang tertinggal karena masalah pertumbuhan.
Yang membuat Rembuk Stunting berbeda dari kegiatan lainnya adalah semangat gotong royong yang diusung. Bukan hanya pemerintah yang bekerja, tapi seluruh elemen masyarakat diajak ambil bagian—dari kader posyandu hingga tokoh adat. Dengan pendekatan lokal dan partisipatif seperti ini, Badung berharap bisa menjadi contoh daerah yang serius dalam memutus rantai stunting.
Seperti diungkapkan dalam pertemuan 28 Juli 2022 lalu, Rembuk Stunting bukan sekadar formalitas, tapi komitmen nyata untuk memastikan anak-anak tumbuh sehat, cerdas, dan siap menghadapi masa depan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.