Apa yang Dipegang Teguh oleh Orang Yahudi?

Tuhan Yang Maha Esa adalah pusat dari iman umat Yahudi. Mereka percaya pada satu Tuhan—satu-satunya pencipta alam semesta—yang tidak hanya menciptakan dunia, tetapi juga turut campur dalam sejarah umat manusia, khususnya bangsa Israel.

Orang Yahudi tidak menyembah berhala atau banyak dewa. Mereka menolak keras segala bentuk penyembahan selain Tuhan yang Esa. Keyakinan ini sudah ditegaskan sejak zaman Musa, saat Allah—yang dalam tradisi Yahudi disebut Adonai atau HaShem—menyelamatkan bangsa Israel dari perbudakan di Mesir. Peristiwa keluarnya mereka dari Mesir, yang dikenal sebagai Yitziat Mitzrayim, menjadi fondasi iman mereka: Tuhan yang berkuasa, penyelamat, dan setia pada janji-Nya.

Salah satu wujud komitmen mereka adalah Torah, kitab suci yang berisi hukum, ajaran, dan petunjuk hidup. Umat Yahudi meyakini bahwa Tuhan menurunkan Torah kepada Musa di Gunung Sinai. Bagi mereka, mengikuti perintah Tuhan bukan sekadar kewajiban, melainkan bentuk pengabdian dan cara menjaga hubungan dengan Sang Pencipta.

Lebih dari itu, umat Yahudi percaya bahwa mereka dipilih bukan untuk keistimewaan, melainkan untuk menjadi or lagoyim—cahaya bagi bangsa-bangsa. Artinya, mereka diharapkan menjadi contoh hidup yang adil, penuh kasih, dan taat pada nilai-nilai ilahi. Ini bukan tentang merasa lebih tinggi, tetapi tentang tanggung jawab moral di tengah dunia.

Jadi, orang Yahudi tidak menyembah nabi, tokoh, atau simbol. Mereka menyembah Tuhan yang tak kasat mata, yang hadir dalam sejarah, hukum, dan kehidupan sehari-hari lewat ketaatan dan doa. Iman mereka sederhana dalam prinsip, namun dalam dalam makna.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait