Bolehkah Remaja 16 Tahun Mulai Nge-Gym?

Boleh, tapi dengan catatan. Banyak remaja usia 16 tahun mulai tertarik ke gym, terutama untuk membentuk tubuh atau meningkatkan percaya diri. Namun, menurut dr. Laila Hayati, seorang spesialis gizi, aktivitas angkat beban atau latihan intensif di gym sebaiknya ditunda hingga usia di atas 18 tahun — biasanya setelah lulus SMA.

Alasannya, masa pertumbuhan pria umumnya belum selesai sebelum usia 21–22 tahun. Jika latihan beban dilakukan terlalu dini dan tanpa pengawasan, bisa berisiko mengganggu pertumbuhan tulang dan sendi. Belum lagi jika gizi tidak seimbang, justru bisa memicu cedera atau kelelahan otot.

Meski begitu, bukan berarti remaja usia 16 tahun harus benar-benar menjauhi gym. Aktivitas fisik tetap dianjurkan, asal sesuai dengan kondisi tubuh dan dilakukan di bawah pengawasan pelatih atau ahli. Fokusnya bukan pada angkat beban berat, melainkan pada pembentukan kebiasaan sehat, seperti senam ringan, latihan fungsional, atau olahraga seperti renang dan lari.

Kunci utamanya adalah keseimbangan. Asupan makanan bergizi, istirahat cukup, dan pola latihan yang tidak berlebihan sangat penting bagi remaja yang aktif berolahraga. Orang tua juga sebaiknya mendampingi atau berkonsultasi dengan ahli gizi atau pelatih profesional sebelum anak memulai rutinitas gym.

Jadi, meski usia 16 tahun belum ideal untuk latihan berat, bukan berarti olahraga harus ditunda. Yang penting, dilakukan dengan cara yang aman dan mendukung tumbuh kembang tubuh secara alami.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait